Dalam dunia logistik dan manajemen gudang, efisiensi tata letak pallet bukan sekadar masalah ruang, tetapi menyangkut waktu, produktivitas, hingga keselamatan kerja. Bagi perusahaan B2B yang mengandalkan sistem penyimpanan massal seperti pallet plastik, memahami cara menghitung posisi pallet merupakan keterampilan penting untuk menunjang kelancaran operasional.
Daftar Isi

Sebagai pelaku industri yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade di bidang penyediaan pallet plastik berkualitas, kami memahami bahwa tata letak gudang yang tidak terukur bisa menyebabkan bottleneck distribusi, kerusakan barang, dan pemborosan ruang.
Mengapa Perlu Menghitung Posisi Pallet?
Menentukan posisi pallet yang optimal dalam gudang memberikan sejumlah manfaat signifikan, antara lain:
- Memaksimalkan kapasitas ruang tanpa perlu perluasan area.
- Mempercepat alur barang masuk dan keluar (inbound-outbound).
- Meningkatkan keamanan kerja bagi operator forklift dan staf logistik.
- Mengurangi risiko kerusakan barang akibat penempatan yang tidak stabil.
Dengan perhitungan yang tepat, gudang tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga sistem logistik yang efisien.
Prinsip Dasar Perhitungan Posisi Pallet
Sebelum masuk ke rumus dan simulasi, Anda perlu memahami beberapa variabel penting yang menjadi dasar perhitungan tata letak gudang:
1. Ukuran Pallet dan Barang
- Ukuran standar pallet plastik yang umum dipakai adalah 1100x1100x120 mm.
- Pertimbangkan dimensi barang yang disimpan di atas pallet.
- Hitung total tinggi termasuk tumpukan dan jarak aman (safety clearance).
2. Dimensi Area Gudang
- Ukur panjang, lebar, dan tinggi gudang bersih yang bisa digunakan.
- Tentukan zona-zona seperti: area inbound, outbound, penyimpanan, dan emergency path.
3. Tipe Sistem Penyimpanan
- Block Stacking (tumpukan tanpa rak)
- Selective Racking (rak terpisah per pallet)
- Double Deep / Drive-In Racking (penyimpanan lebih dalam)
Jenis sistem penyimpanan akan mempengaruhi jumlah posisi pallet yang bisa ditempatkan.
Rumus Dasar Menghitung Posisi Palle
Untuk menghitung posisi pallet di dalam gudang, Anda bisa menggunakan pendekatan sederhana berikut:
Rumus:
Jumlah posisi pallet = (Luas area penyimpanan / Luas 1 pallet) × Efisiensi ruang
Catatan: Efisiensi ruang biasanya berkisar antara 60% – 80% tergantung dari sistem racking, jarak antar lorong, dan zona safety.
Contoh Simulasi:
- Ukuran area penyimpanan: 20m x 30m = 600 m²
- Ukuran 1 pallet: 1,1m x 1,1m = 1,21 m²
- Asumsi efisiensi ruang: 70%
Jumlah posisi pallet = (600 / 1,21) × 70% = 347 posisi pallet
Simulasi di atas menunjukkan bahwa dengan sistem perhitungan yang tepat, Anda dapat memproyeksikan kebutuhan ruang dan kapasitas gudang secara realistis.
Tips Optimalisasi Posisi Pallet di Gudang
🔹 Buat Layout Digital Gudang
Gunakan software seperti AutoCAD, SketchUp, atau sistem manajemen gudang (WMS) untuk memvisualisasikan dan menghitung posisi pallet secara presisi.
🔹 Terapkan Zonasi yang Jelas
Pisahkan area berdasarkan rotasi barang (fast moving vs slow moving) agar pergerakan barang lebih efisien.
🔹 Gunakan Pallet Seragam
Penggunaan ukuran pallet yang seragam mempermudah penghitungan dan efisiensi ruang, serta meminimalkan potensi space loss akibat celah tak terpakai.
🔹 Audit Berkala
Lakukan pengecekan posisi pallet secara rutin untuk memastikan tidak terjadi overload, salah posisi, atau penumpukan tidak aman.
Kesimpulan
Menghitung posisi pallet bukan sekadar soal matematika ruang, tapi juga strategi untuk meningkatkan efisiensi logistik dan keamanan kerja. Dengan memahami ukuran pallet, luas gudang, sistem penyimpanan, serta efisiensi ruang, Anda dapat merancang tata letak gudang yang efektif, aman, dan siap mendukung kelancaran rantai pasok bisnis Anda.
Jika Anda ingin mendapatkan pallet plastik berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri gudang modern, lanjutkan membaca artikel informatif lainnya di situs kami.
